Stroberi Busuk Film ‘Hijab’


SHKM

Kita tentu telah paham, betapa dahsyatnya efek media massa bagi masyarakat. Berbagai macam pemikiran dapat disampaikan lewat media ini. Salah satu bentuk propaganda media adalah melalui dunia perfilman. Ya, film adalah representasi dari pemikiran pembuatnya. Di dalamnya tentu sarat dengan pesan, baik yang disampaikan secara tersirat maupun secara nyata.

Sebuah judul film baru kembali di launching, mengangkat kehidupan muslimah dengan judul ‘Hijab’. Namun seperti biasa, film garapan Hanung Bramantyo ini benar-benar menggambarkan secara nyata bagaimana pemikiran si pembuatnya.

Simaklah tulisan dari Yana Nurliana berikut yang diambil dari fimadani.com, yang dapat memberikan sekilas gambaran film ‘Hijab’ tersebut.

—–

Di satu keranjang buah stroberi segar yang mengandung vitamin C tinggi, ada beberapa butir buah yang rusak. Sayangnya, ada seseorang dengan ‘kreativitas’ tingkat tinggi, kemudian fokus memberitakan, menceritakan, dan terus-menerus menginformasikan tentang beberapa butir buah busuk itu, ketimbang berbagi informasi dan fokus pada buah yang bagus dan menyehatkan, yang jumlahnya jauh lebih banyak di dalam keranjang tersebut.

Itulah yang selalu dilakukan oleh Hanung Bramantyo, sutradara muda, yang sering sekali membuat film tentang keburukan seorang ‘Muslim’, sehingga Islam terlihat menjadi buruk dan tidak adil.

‘Perempuan Berkalung Sorban’  adalah satu dari beberapa film ‘Islami’-nya yang menggambarkan analogi buah stroberi tadi. Memantapkan dirinya, di mataku, sebagai sutradara penebar kebencian pada Islam.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa realita ini, ada di kalangan pondok pesantren.” katanya suatu ketika, ketika ditanya alasan mengapa film Perempuan Berkalung Sorban dibuat.

Fyuh! Shame on you Hanung Bramantyo!

Mengapa tidak beritakan prestasi-prestasi para santri  di Pesantren, agar menjadi inspirasi, bukannya malah sibuk menonjolkan sisi gelap sebuah pondok pesantren! Dan, he (and now, colaborate with her wife, Zaskia Mecca) did it again! Mereka membuat film drama gendre komedi, berjudul ‘Hijab’.

Mereka merusak sebuah kata penting dalam Islam, hijab, yang buat saya, sebagai seorang Muslimah, sama pentingnya dengan perintah shalat.

Kemaren beredar review singkat Hanum Rais, tentang film Hijab ini di sosial media. Bahkan ‘diakhiri’ status pendeknya, menyebut Hanung Bramantyo sebagai seorang anggota JIL – Jaringan Islam Liberal!

Namun sayang sejak pagi ini, sudah tidak ada lagi link statusnya. Dihapus karena takut pencemaran nama baik, mungkin.

Well.. Sebenarnya, tanpa referensi buruk dari siapapun, aku ogah nonton film ini! Jauh sebelum film ini di-launching, saat masih mengadakan audisi pemain film, sekitar 2 tahun lalu, Zaskia Mecca, berkomentar di salah satu wawancara talkshow yang di-host-i oleh Sarah Sechan.

Kurang lebih Zaskia Mecca mengatakan, “Hmm, pokoknya kelak, film ini bisa dibilang Sex and The City-nya hijab deh…,” katanya sembari tersenyum bangga.

Woow! Kalian tahu film Sex and The City? Sebagai pecinta film, saya suka film ini. Tidak cuma serial drama serinya, saya juga punya 2 edisi movie-nya. Tapi, sebagai penikmat film, saya udah tahu ‘resiko’ menonton film Sex and The City.

Film ini memang film Amerika, yang menggambarkan kehidupan wanita-wanita Amerika, persahabatan, fashion, percintaan, pesta, dansa, sex, minuman alkohol, dan gaya hidup. Jadi, espektasi saya menonton sejak awal, hanya hiburan. Hiburan melihat perempuan-perempuan kota yang mapan, kesulitan menemukan cinta.. Apalagi pasangan hidup..

That’s it! Itulah film Sex and The City.. Sebuah film dengan setting Amerika!

Dan, sekarang…. Zaskia Mecca menepati janjinya!

Film yang lancang memakai judul ‘Hijab’ ini, benar-benar menggambarkan kehidupan Sex and The City, seperti katanya. Saya tidak perlu nonton untuk membuktikannya.

Kawan-kawan saya di komunitas, ‘merugi’ karena terlalu penasaran, sudah banyak yang memberitakan dan memberi reportase tentang kekurangan film ini. Memang benar! Ada persahabatan, fashion, cinta, dan minuman beralkohol di film ini. Beberapa adegan, disebut kawan saya, menggambarkan tokoh pria minum, minuman beralkohol.

Seolah ingin disampaikan oleh Hanung Bramantyo, bahwa ‘sudah biasa’ jika seorang Muslim sedih, kecewa, dan depresi, dilabuhkan pada minuman beralkohol! Inilah stroberi busuknya!

Juga digambarkan, salah satu karakkter suami di film ini, adalah ‘Muslim fanatik’, keturunan Arab, berjanggut, bercelana cingkrang, mengharamkan istrinya bekerja di luar rumah.

Sempurna! Membuat, seorang pria dengan ‘pemahaman Islam yang baik’ akan terlihat zhalim, kejam, mengekang, dan menyiksa kebebasan asazi wanita..

Ya Allah, stroberi busuk itu kembali diperlihatkan.

Cukup..

Cukup, untuk tidak menonton film ini..

Tak perlu terlalu panjang, apalagi melihat baju-baju ‘Muslimah’ yang ditampilkan.. Terlalu banyak yang akan dibantai, untuk sebuah film yang memakai judul begitu sakral. Seburuk-buruknya judul yang paling tepat untuk film ini, harusnya hanyalah: Fashion! Bukan Hijab!

(fauziya/muslimahzone.com)

Sumber

Iklan

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s