Pentingnya Masa Kanak-kanak dalam Masa Dewasa


Jadi apa pun kita saat ini, bisa jadi sangat dipengaruhi oleh masa kanak-kanak kita. Pendidikan yang kita dapatkan dari keluarga sebelum bersekolah, pendidikan TK – SD, tahapan ini ternyata (bagi saya) punya nilai yang penting. Masa sebelum akil baligh, sebelum mencapai dewasa, adalah masa yang ternyata berpotensi menjadi perantara atau cara mengembalikan seseorang “kembali ke jalan yang benar” ketika dia keliru mengambil jalan di masa dewasanya.

Seorang ustadz dari Bantul yang pernah saya silaturahmi-ni bersama teman satu majelis pengajian, memberikan jawabannya setelah diberi pertanyaan keresahan tentang kebanyakan remaja yang saat ini lupa agama. Beliau menegaskan, tetaplah mereka yang mengisi pengajian remaja untuk istiqomah mengisi, dan tetaplah yang mengajar TPA bersabar dengan kenakalan anak-anak TPA, karena insyaAllah suatu saat kelak, di saat mereka sudah melupakan agama, akan ada saat-saat di mana mereka diingatkan oleh Allah tentang masa lalu mereka yang indah dengan pendidikan Islam, sehingga saat itulah hidayah bisa turun dan masuk ke dalam hati mereka.

Kita juga pasti sudah banyak tahu kisah masa kecil Nabi Muhammad saw, yang penuh dengan pendidikan yang membuatnya begitu tertata ketika dewasa, dengan banyak keterampilan kepemimpinan yang mumpuni, dan keahlian strategi yang menyebabkan beliau dikagumi para sahabat bahkan musuhnya. Dan itu dikarenakan masa lalunya di masa kanak-kanak dan remaja yang penuh nilai tarbiyah.

Mungkin juga kita pernah mendengar kisah teman, tetangga, atau bintang film, atau siapa pun yang menyatakan ingin berislam dengan sempurna. Artis yang tadinya membuka aurat kemudian istiqomah berjilbab, atau penyanyi rock menjadi penyanyi religius, dsb. Sebagian dari mereka ternyata punya orang tua yang religius (yang tentu saja berpengaruh dalam pendidikan masa kecil mereka) atau dahulu memiliki prestasi cemerlang dalam bidang agama di masa anak-anaknya (juara MTQ, adzan, atau apalah..).

Karena, memang bukan para da’i, bukan para ustadz TPA, bukan mereka yang memasukkan hidayah ke dalam hati manusia. Allah-lah yang Maha Kuasa memasukkannya dengan cara-Nya sendiri, bahkan mungkin saat semua orang lain mengira seseorang sedang menuju jalannya ke neraka, tetapi dengan hidayah-Nya Allah masukkan dia kembali ke jalan yang lurus. Sebaliknya pula, tak menjamin mereka yang selama ini lurus akan tetap demikian karena bisa jadi kesombongan kemudian timbul dalam hati mereka dan memenuhi ruangan hati dengan kerak yang mengeraskan, hingga lama kelamaan hati itu mati dan mengubah kelurusan akidah menjadi kesesatan yang parah.

Maka, yang terpenting dari semua itu, adalah keistiqomahan dalam berprinsip. Orang yang baik, selama mempertahankan prinsipnya dalam kebenaran, selalu berusaha berbuat baik sepanjang waktu, dan juga punya kelurusan cara berpikir, insyaAllah hidayah mudah menghampirinya (walau entah bagaimana caranya dan kapan waktunya). Dan karena itu pula, pendidikan anak-anak menjadi penting, di mana saat itu kita membentuk pola berpikir, cara hidup, dan cara menentukan prinsip hidup benar-salah yang kelak menjadi pedomannya dalam menghadapi masa hidup dewasa.

Wallahul musta’an..

Semoga para ustadz dan da’i tetap istiqomah mengingatkan kita sebagai objek dakwah…

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s