Islamisasi: Arabisasi???


Sebagian orang “pintar” mengatakan di depan forum-forum publik, di artikel-artikel media massa, bahwa adanya aturan-aturan syariat di perundang-undangan atau maraknya penerapan hukum-hukum syariah dalam bidang ekonomi dan sosial adalah upaya arabisasi semata. Mereka menganggap, sangat mungkin, bahwa Alquran dan segala tafsiran aplikatifnya dalam syariat Islam (termasuk juga jilbab) hanya sekedar pencekokan budaya Arab dalam Indonesia. Bahkan, lebih keras lagi, Islamisasi adalah penjajahan bangsa Arab terhadap dunia. Betulkah???

Yaa, silakan saja mereka berpikiran demikian. Tapi, harusnya mereka adil juga dalam menilai fenomena di dunia.

Entah mengapa, mereka sinis sekali dengan “Islamisasi” sehingga kemudian membelokkan istilah itu menjadi “Arabisasi”. Hmmm….sebaliknya, mari becermin. Tidakkah kita (dan mereka yang berteriak ‘arabisasi’) selama ini sudah kebarat-baratan? Dalam berpakaian, dalam bertingkah, dalam cara berpikir, dalam etika bermedia, etika hidup, etika perkawinan, rumah tangga, ekonomi, politik, dsb.

Ataukah, harus kita balik, semua hal di dunia ini hanyalah upaya Westernisasi (atau harus kita kaitkan dengan agama? Kristenisasi? Atheisasi? Liberalisasi?) semata?

Sungguh, kalau kita gunakan pikiran yang jernih, pandangan yang luas, akan kita dapati, ini bukan semata-mata Arab, Barat, Timur, Amerika, ini adalah pertarungan pemikiran tentang cara hidup yang baik. Amerika menawarkan cara hidup mereka, maka kita juga berhak dengan cara hidup kita masing-masing. Dan Islam, yakinlah, memiliki cara hidup yang terbaik.

Demokrasi, Toyota, Britney Spears, American Idol, CNN, Wikileaks, harus saya sebutkan apa lagi untuk menyebutkan tentang “Westernisasi”? Atau, bagaimana cara penyiar kita berpakaian, cara presiden kita berpidato, cara pejabat kita bergaya hidup, bahkan cara remaja kita menikmati masa remaja mereka. Jadi, Anda mungkin bilang ini kebebasan. Ini adalah zaman kebebasan.

Saya bilang, tidak. Tidak ada yang namanya bebas sama sekali. Anda lepas dari satu ikatan, maka akan ada ikatan lain yang baru dalam hidup Anda. Anda bilang “bebas”, maka itulah ikatan Anda. Anda terikat dengan “kebebasan”, dan dengan orang-0rang yang juga sama-sama terikat dengan kata itu. Mereka dan Anda memiliki cara berpikir yang relatif sama, berpakaian relatif sama, cara bergaul sama, jadi, apanya yang bebas???

Amerika bilang demokrasi adalah kebebasan rakyat mayoritas. Tapi PBB sendiri tak pernah menyatakan demokrasi adalah sistem terbaik. Jadi, siapa yang Anda patuhi, Amerika yang menyanjung-nyanjung demokrasi, atau PBB yang selalu patuh terhadap hak veto Amerika ketika mayoritas negara anggota PBB memutuskan hal yang berlawanan dengan Amerika?

Terlalu pendek tulisan ini jika Anda ingin segera yakin bahwa Islam bukan upaya Arabisasi, karena memang Anda sendiri yang harus menyediakan waktu untuk berpikir sejenak tentang hidup Anda. Tentang acara-acara televisi, tentang cara remaja berpakaian, tentang siapa negara-negara terkuat di percaturan dunia, tentang (sebaliknya) siapa negara-negara yang selalu (di)lemah(kan) di mata dunia. Anda harus bisa melihat gambaran besar dari fenomena tersebut agar semakin yakin bahwa Islam diturunkan untuk menyelamatkan moral manusia dari kemerosotan. Bukan Arabisasi.

Kalau Arabisasi, seharusnya sejak Islam turun di Arab tidak diwajibkan adanya wudhu karena mereka kan berada di gurun. Tapi, nyatanya kaum Muslimin saat itu di Jazirah Arab tetap melaksanakan, dan tak ada masalah dengan Islam. Mengapa justru kita protes? Ataukah kita hendak memilih ajaran yang pas dan tidak dengan nafsu kita saja?

Jumlahnya banyak, tapi umat muslim justru kalah karena salah milih peradaban

Maka, sekali lagi, berbuatlah adil, lihatlah gambaran lebih besarnya, dan harus kita katakan dunia ini sebenarnya tidak sedang mengarah pada “Unity” atau “Persatuan”, tapi mengarah pada satu peradaban yang sedang menguasai dunia, sementara peradaban yang lain terkalahkan. Peradaban adalah berarti juga cara berpikir, cara berpakaian, dan cara hidup manusia. Peradaban adalah dunia ini.

Dan Anda harus yakin dengan satu peradaban yang menurut Anda paling baik. Anda harus memilih. Yap, Anda memang harus memilih.

Harus.

Saya? Islam.

Berpikirlah…..

2 responses to “Islamisasi: Arabisasi???

  1. saya setuju dengan adanya westernisasi sampai2 budaya kita sendiri terlupakan. Tapi menurut saya, panjenengan (anda) belum paham yang namanya arabisasi. sepertinya anda memandang segala sesuatu yang tidak datang dari sebelum islam datang itu jelek smuanya. hahahahaha. piss bro hahhhaa. padahal kan sebelum islam datang bangsa kita tuh juga bangsa yang baik, saling hormat-menghormati. emang dasarnya bangsa kita aja yang baik bukan karena datangya islam. Oi. ane juga orang islam ya, gara2 datangnya radikalisasi islam ala arab tuh yang bikin kacau tuh kerukunan bangsa. saya gak nyalahin islamnya (islamnya baik bung). cuman orang2nya yang yang sok islami padahal tujuannya arabisasi. biasa lah cari2 perhatian. hahahahahaha. maklum orang belum genap.
    ni juga ente pasang2 bendera tulisan arab lagi. apaan tuh. biar dianggap keren, alim, suci. alah…… apa to kui.

    • islam itu memperindah akhlaq manusia yg memang sudah indah.. dan memperbaiki akhlaq manusia sekiranya ada yg rusak..
      aku yo wong jowo, mas.. aku seneng dengan kromo inggil, sesuatu yg tidak ada dalam ajaran islam, tapi sesuai dengan ajaran islam..

      nyante wae, itu kan cuma main2 logo nama aja.. sama aja ky kita2 yg suka ndukung negara lain klo lagi piala dunia.. hehe.. piss bro..

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s