Manusia-manusia yang Manusiawi


Adik saya meminjam buku “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” karangan Michael H. Hart dari perpustakaan kampus. Karenanya, saya jadi punya kesempatan membacanya (lagi). Tentu sebagian dari kita sudah pernah membacanya. Kalau belum, bisa dicari,  kok, sekedar untuk menambah wawasan kita tentang orang-orang besar yang namanya dikenang dalam lintasan kehidupan manusia sepanjang masa.

Sampai sekarang, saya masih merasakan adanya ketertarikan ketika membaca buku ini. Selalu ada hal baru yang bisa didapat sebagai bahan pembelajaran walaupun dulu pernah membacanya sebelum saat ini. Bayangkan, membaca kisah kehidupan dari orang-orang yang menjadi legenda dalam sejarah manusia, tentunya ada hal-hal besar yang bisa kita ambil, paling tidak untuk kita renungkan. Kata para penulis besar, memang, buku yang baik itu selalu tetap menarik untuk dibaca, berapa kali pun dia dibaca.

Satu di antara seratus tokoh dala buku yang disusun oleh orang Amerika Serikat ini adalah Nabi kita Muhammad saw. Penulisnya, Michael H. Hart, adalah seorang Amerika asli, dan seorang Yahudi-Kristen. Di manakah Hart menempatkan nabi Muhammad saw dalam daftar seratusnya? Yap, di nomor teratas, nomor satu! Di dalamnya juga ada nama Umar bin Khattab pada urutan 51 (artinya, urutan teratas lagi dari daftar 50 orang kedua berikutnya) dan diturunkan menjadi urutan ke-52 pada edisi revisinya.

Memang, selain nabi Muhammad dan sahabat Umar, ada nama nabi Isa a.s. dan nabi Musa a.s., tapi mereka berdua tak bisa dibilang mewakili Islam “sepenuhnya”, karena kedua nabi ini juga diakui oleh penganut Yahudi dan Kristen.

Keputusan Michael H. Hart untuk mencantumkan nama nabi Muhammad saw pada urutan pertama dari 50 tokoh pertama dan nama Umar bin Khottob r.a. pada urutan atas dari 50 kedua berikutnya, di satu sisi, adalah serasa seperti sebuah pengakuan universal karena berasal dari seorang non Muslim. Ini seperti “syiar” gratis kepada non Muslim di seluruh dunia untuk lebih mengetahui sosok nabi Muhammad saw.

Tapi, dengan mengenal lebih jauh latar belakang si penulis buku, maka pencantuman nabi Muhammad saw dan Umar r.a., di sisi lain, bagi saya seperti ada maksud lain yang disembunyikan. Banyak yang menilai Michael H. Hart adalah sosok yang berhaluan konservatif, dan dia juga seorang separatis rasial. Di tahun 2009 lalu, dia mengadakan konferensi “Melestarikan Peradaban Barat”, yang bertujuan untuk mempertahankan “warisan Yahudi-Kristen dan identitas Eropa dari bangsa Amerika” dari para kaum imigran, Muslim, dan Afro-Amerika (wikipedia).

Dalam bukunya, Hart lebih cenderung mengupas keberhasilan nabi Muhammad dan Umar bin Khattab dalam pengaruhnya terhadap sejarah, dan kesan yang lebih kuat adalah karena peperangannya. Ada sekitar 5-7 alinea yang membahas tentang conquer (penaklukan) dalam pembahasan nabi Muhammad saw, dan juga lebih dari setengah pembahasan tentang Umar juga adalah tentang penaklukan (yang utamanya berkaitan dengan perang).

Jadi, jangan heran. Di bidang kajian Barat, memang ada ilmu Orientalisme, yang memungkinkan seseorang mempelajari dunia keTimuran secara menyeluruh. Yang dimaksud dengan keTimuran, tentu saja, segala sesuatu yang berhubungan dengan Asia pada umumnya, dan juga salah satunya, Islam pada khususnya.

Bagi yang mempelajari Orientalisme tanpa pandangan negatif atau menyembunyikan batu di balik tangan, maka seseorang bisa jadi memperoleh hidayah. Tapi yang memang sejak mula mempelajari Orientalisme sudah anti dengan segala hal berbau Islam, bisa jadi dia hanya akan memanfaatkan “ilmu meragukan segala hal”nya terhadap Islam, dengan dalih obyektivitas. Dia akan memanfaatkan kaidah kebarat-baratannya untuk menjadi pisau, membedah dan kemudian merusak dalam tubuh timur, termasuk Islam.

Tapi sudahlah, daripada meributkan seorang penulis yang besar kemungkinan tak akan saya temui sepanjang umur saya, lebih penting mengurusi dapur rumah sendiri. Kata banyak ustadz, urusi dan besarkan saja dulu umat kita sendiri, daripada menghabiskan energi mengurusi rumah orang.

Bagaimanapun juga, buku Michael H. Hart menyadarkan saya, ternyata semua tokoh-tokoh dunia tersebut betul-betul manusia biasa seperti kita. Apa-apa yang mereka lakukan, sesungguhnya juga bisa kita lakukan. Alasannya, mereka dan kita adalah sama-sama manusia. Seperti kisah Columbus dengan telur berdirinya. Setiap yang pertama mencontohkan keteladanan, dia yang akan menuai apa-apa yang diikuti orang darinya. Banyak dari tokoh-tokoh dalam buku ini memberikan kebaikan yang banyak kepada manusia baik dalam hal moral maupun material.

Selain itu, tak selalu apa yang menjadi keyakinan kebanyakan orang adalah kebenaran sesungguhnya, sebagaimana kisah Muhammad saw, Copernicus, dan juga Galileo Galilei yang dikejar-kejar penguasa zaman itu dikarenakan keyakinan individu mereka (yang hakikatnya adalah benar) berbeda dengan keyakinan mayoritas saat itu (yang sebenarnya keliru). Bayangkan, betapa bahayanya jika seseorang sendirian berada dalam masyarakat yang pemikirannya sudah sesat! Hanya ada dua pilihan, ikut sesat, atau tetap teguh pendirian.

Maka, menjadi apa kita, ditentukan oleh usaha kita sendiri. Setiap orang diberikan 24 jam, tapi terserah kepada kita untuk menggunakannya sebaik mungkin. Sepanjang sejarah kehidupan pribadi kita, kita bisa memilih, apakah kita hanya manusia sekedar lewat, atau menjadi manusia berpengaruh. Dan berpengaruh pun bisa dua, kebaikan atau keburukan. Allah memberikan kebebasan setelah petunjuk.

Maka, jangan benarkan yang biasa, dan mari biasakan melakukan hal yang benar, karena ternyata yang biasa orang-orang lakukan itu belum tentu benar. Amal itu selalu setelah ilmu. Tindakan adalah setelah pengetahuan.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya” (QS Al Israa’: 36).

-fadhli jauhari 030311-

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s