Mengapa Harus Ada Bencana?


Mengapa di bumi ini makin banyak bencana?

Tsunami, angin topan, gempa bumi, banjir, gunung meletus.. semua seakan berlomba muncul menyibukkan para peneliti ilmiah..

Penjelasan logisnya, katanya, adalah karena memang umur bumi yang makin tua, sehingga keseimbangan unsurnya mulai goyah, apalagi ditambah campur tangan manusia, pemusnahan hutan, pelepasan gas tak ramah ozon, minyak bumi yang menipis, dll.

Bisa jadi, sebenarnya tak ada pertambahan jumlah bencana. Bencana alam rutin muncul dari dulu hingga sekarang. Masalahnya, adalah teknologi informasi yang sekarang makin canggih, sehingga informasi menyebar dengan cepat dan meluas. Akibatnya, kabar-kabar bencana juga lebih cepat menyebar.

Atau bisa jadi, bencana itu benar-benar bertambah, bukan cuma karena kecanggihan teknologi, tapi juga karena memang mekanisme hukuman bagi manusia itu sendiri. Tingkah laku manusia yang merusak bumi, mengolah sumber daya alam sebebas-bebasnya. Belum lagi penyebaran informasi yang cepat membuat manusia bertingkah tak terkendali. Perilaku memalukan dan menjijikan yang sebelumnya tak pernah atau tak mudah menampakkan diri, tiba-tiba saja menyebar, melalui berbagai macam media informasi. Foto mesum, video mesum, gosip rumah tangga, semua menyebar dengan cepat, dan kemudian ditiru oleh generasi peniru dengan cepat, sehingga rusaklah generasi penerus pewaris bumi. Akhirnya, bumi hanya diwarisi oleh generasi yang rusak parah.

Padahal, azab diturunkan tidak hanya kepada orang-orang yang rusak, tapi juga bisa menimpa orang yang beriman. Itulah kenapa Allah juga memerintahkan untuk hijrah dari negeri yang “rusak” jika tak kuat dan tak mampu mengubah keadaan yang memburuk.

QS 7: 96

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

QS 42: 30

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

QS8: 25

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Karena itulah, sampai kapanpun, dakwah – menyeru kepada kebaikan – tetap harus jalan, demi kebaikan hidup manusia itu sendiri. Kalau segolongan manusia merasa berhak hidup sebebas-bebasnya tanpa aturan, maka seisi dunialah yang harus menanggung akibat tingkah laku mereka di dunia. Dengan demikian, mari untuk tidak merasa risih dan malu datang ke pengajian. Mari ajak teman ikut membantu perbaikan diri sendiri dan semua orang. Dakwah bukan semata-mata ceramah, tapi juga perbuatan.

QS 3: 104

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.

-fadhlijauhari 28 juni 2010-

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s