Jogja Malam ini


2412224524_887c6fcd95

Jam 1 kurang sedikit.

Rapat persiapan Ramadhan selesai jam 10.30. Setelah pengurus takmir pergi, tinggal remaja masjid, berkumpul secara non formal, melanjutkan pembahasan dengan memplotting panitia Ramadhan, siapa di posisi apa… Plotting kasar selesai jam 11.30, dilanjutkan dengan obrolan kultural, sekedar pengikat ukhuwah aja, sampai jam 12.30.

Setelah itu, mengingat janji, segera bergegas pamit. Kami berpisah. Dan saya putuskan segera pergi. Tadi sudah janji mau nyusul ke masjid kampus, ketemu teman lama yang sudah lulus. Di perjalanan, sepi. Sedikit kendaraan yang lalu lalang di Jalan Wonosari-Jogja.

Di perempatan Ketandan, satu truk menepi, menyalakan lampu darurat, memasang dedaunan di badan truk, menandakan sedang ada masalah. Di dekat truk, di pinggir jalan di atas rerumputan, satu pria dewasa sekitar menjelang 50, dan anak muda sekitar 12 tahunan, duduk berdekatan. Saya hanya menduga, mereka bapak dan anak, dan mereka adalah penumpang truk itu. Mungkin saja sedang menunggu teman yang baru pergi mencari bantuan.
Atau mereka yang memang sedang duduk menunggu bantuan itu datang. Saya bisa melihat dongkrak yang terpasang di bawah dekat roda kanan belakang truk.

Saya merenung. Mencoba-coba membayangkan apa yang sedang berkecamuk di pikiran keduanya. Mungkin saja mereka berdialog dalam hati mereka. “Inilah pekerjaan bapakmu, Nak. Sekarang kau mengerti, kan?” Atau, “Semoga kelak engkau mengerti, hidup itu penuh perjuangan.”

Sedangkan anaknya mungkin menjawab, “Ngantuk, pak..” atau kalau dia mengerti sedikit tentang balas budi, “Semoga bapak diberikan kesabaran dengan pekerjaan bapak ini. Ternyata bapak bekerja sampai malam, bahkan terkadang mengalami kejadian seperti sekarang ini.”

Malam terus berlalu. Rerumputan di perempatan itu, sebentar lagi, mungkinkah jadi peraduan mereka malam ini?

2 responses to “Jogja Malam ini

  1. senengnya bisa lihat kondisi jogja di malam hari.
    lha, akhwat kagak bise je…
    tapi, malam ni jogja kok kayak berputar2 di mata ana.
    waduh, jangan pingsan dulu atuh…
    semalam mimpi ketemu mendiang ayah, eh.. malah paginya demam.
    jogja di malam hari, rasanya masih muter2 di mata

    • malam larut tak ada bedanya di mana-mana.. sepi.. jadi, ngapain pergi keluar2.. kecuali ada keperluan.. hehe.. selamat berpusing-pusing.. syafakillah

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s