Tentang Hidayah dan Cinta


Ada seseorang di kotak email yang baru saya buka siang ini, berbagi rasa dengan saya. Belum pernah saya bertemu orangnya. Tapi didorong rasa persaudaraan sesama manusia yang masih hidup, di mana hati masih berfungsi sehingga bisa merasa gelisah sewaktu-waktu, maka saya pun ikut bersumbang pikiran. Dengan harapan, semoga bisa sedikit mengurangi ketegangan jiwa menghadapi persoalan kehidupan.

Demi menjaga privasi, saya tak mencantumkan namanya, tapi langsung ke permasalahannya saja.. Berikut ini emailnya yang sudah saya sedikit ubah redaksinya, tanpa mengubah isi permasalahan..

akhir2 ini, sering mikir koq hidup jadi seberat ini…padahal sebelumnya terasa gampang bgt, apa2 tinggal minta, ga perlu mikir sesuatu smpe pusing.
saya lagi banyak masalah: ttg keluarga, masa depan dan tentunya cinta (masalah yg paling sering dialami remaja)
alhmdllh saya sekarang dah pake hijab, sholat dah ga bolong2, tadarus jg lancar, tapi yg bikin ga tenang adalah ortu. tiap hari bapak sama ibu selalu ngingetin buat sholat, ngaji, tapi mereka? ibu sholat masih bolong2, yg paling bikin kecewa malah bapak, beliau sama sekali ga pernah sholat…
pernah suatu kali ditegur ibu, jilbab saya emang begini, panjang, tapi justru itu yg bikin ibu khawatir. tau ibu bilang apa waktu pertama kali liat saya pke jilbab ini? ibu bilang “kamu pake jilbab mbok ya yg wajar2 saja, itu kpanjangan, nanti dikira orang kamu kaya teroris” saya kaget banget, ibu sendri bilang kya gitu… bukannya harusnya ibu bangga, anaknya bisa jaga diri, masa depan jadi ga perlu dikhawatirkan…
yg trakhir,,,, pernah ada laki2 dewasa yg berkali-kali bilang suka sama saya, tapi sengaja saya diem aja, padahal saya juga kagum sama ikhwan itu, saleh, brtnggung jawab sama keluarganya, baik, dll… saya ga brni bilang apa2, berbulan-bulan biasanya qt cm sms-an aja, hampir 1 th sya sembunyiin perasaan ini. tp suatu pagi, dia minta ijin mau mengkhitbah cewe lain. waktu tu saya langsung bingung ga tau mesti gimana, akhirnya pas baru nyampe sekolah saya langsung mewek2 ke temen dan bilang yang terjadi… saya pikir dia akan sabar nunggu dan ga akan pilih cewe lain… maaf ya mungkin saya dah smbarangan, baru kenal dah berani cerita macem2, tpi ga ada maksud apa2 koq, coz slama ni saya ga pernah cerita banyak tentang masalah ini ke temen2, saya berani cerita semua karena kita ga pernah ketemu,, ditambah lagi saya emang lagi butuh nasehat.
klo sibuk, ga usah dibalas juga ga pa2, ga nuntut koq, cuma pengen ngeluarin semua unek2 aja,

Saya berikan jawaban saya, semampu saya..

alhamdulillah, manisnya iman memang benar-benar indah, ya? walaupun terkadang, kita sendiri belum mampu untuk membuat orang lain merasakan manisnya iman… agak sedih memang, tapi yang bisa kita lakukan (dan harus dengan semangat kita lakukan) adalah tetap berusaha menjaga iman itu dalam diri sendiri, sehingga dia tercermin dalam kepribadian kita, dan perilaku kita sehari-hari.. harapannya, ketika kita sudah sedemikian keras menjaga iman dalam diri ini, orang akan melihat keindahan islam itu sendiri tanpa kita susah payah berteriak mengajak mereka..
ada banyak kisah tentang masuknya orang-orang non islam dengan sebab yang sepele, seperti diskusi ringan tentang islam, melihat seseorang yang makan sesuai sunnah Nabi, melihat aura kedamaian dalam mata seorang wanita yang berhijab, merasakan ketenangan dan kedamaian hati ketika mendengar seseorang bertadarus Quran, dll…

Allah Maha Memberi Hidayah, sedang kita tak mampu.. kita hanyalah perantara saja, ingat itu.. dokter pun tak mampu, tetapi menjadi perantara sembuh bagi pasien..
maka, kalau memang kemampuan yang kita miliki masih sebatas memberi teladan, lakukan saja dengan penuh keikhlasan (karena Allah lah yang kita tuju.. karena keikhlasan kita adalah wasilah agar Allah mau memberi perhatian pada kita..)

tentang jodoh.. ini memang sepenuhnya misteri Allah.. nikmati saja perjalanan dijemput jodoh dengan bersiap diri.. (kalau ikhwan kan “menjemput”, klau akhwat berarti “dijemput”..) ikhwan yang baik, dia akan hati-hati memperlakukan akhwat.. dia ibarat memilih bunga yang belum pernah dijamah.. dia hanya akan memilih bunga yang terawat baik.. selama Allah belum mempertemukan mereka dalam ikatan yang halal, mereka berdua tak akan berani mendahului.. karena itulah yang lebih baik bagi kesucian mereka masing-masing..

bagi akhwat, siapkanlah diri sebaik mungkin menjadi “istri” yang baik, yang mengerti hak-hak diri sendiri dan suaminya dalam urusan “negara rumah tangga”, yang siap menjadi “ibu”, menjadi tempat pendidikan pertama bagi anak-anaknya.. tiada lain hanya dengan ilmu, dan ilmu hanya bisa didapat dengan belajar.. (setuju, kan?)

bagi yang ikhwan, mereka harus siap menjadi teladan, tidak hanya bagi istri, tetapi juga bagi anak-anaknya kelak, bahkan lebih jauh lagi, bagi masyarakat sekitar.. ikhwan-lah, yang nantinya menjadi bapak, menjadi imam, pemimpin bagi keluarga, sehingga keluarga itu menjadi cahaya yang menerangi rumahnya sendiri dan lingkungan di sekitarnya.. mereka juga harus berjuang memberi nafkah dari yang halal, seberapapun keras dan beratnya menggali sumber nafkah itu…

siapkanlah diri ini sebelum waktu itu datang.. semangat, ya..!!

Semoga bermanfaat. Segala kebenaran hanya dari Allah. Segala kekeliruan dari kefakiran ilmu saya.

Wallahu a’lam bish showab

alhamdulillah, manisnya iman memang benar-benar indah, ya? walaupun terkadang, kita sendiri belum mampu untuk membuat orang lain merasakan manisnya iman… agak sedih memang, tapi yang bisa kita lakukan (dan harus dengan semangat kita lakukan) adalah tetap berusaha menjaga iman itu dalam diri sendiri, sehingga dia tercermin dalam kepribadian kita, dan perilaku kita sehari-hari.. harapannya, ketika kita sudah sedemikian keras menjaga iman dalam diri ini, orang akan melihat keindahan islam itu sendiri tanpa kita susah payah berteriak mengajak mereka..
ada banyak kisah tentang masuknya orang-orang non islam dengan sebab yang sepele, seperti diskusi ringan tentang islam, melihat seseorang yang makan sesuai sunnah Nabi, melihat aura kedamaian dalam mata seorang wanita yang berhijab, merasakan ketenangan dan kedamaian hati ketika mendengar seseorang bertadarus Quran, dll…

Allah Maha Memberi Hidayah, sedang kita tak mampu.. kita hanyalah perantara saja, ingat itu.. dokter pun tak mampu, tetapi menjadi perantara sembuh bagi pasien..
maka, kalau memang kemampuan yang kita miliki masih sebatas memberi teladan, lakukan saja dengan penuh keikhlasan (karena Allah lah yang kita tuju.. karena keikhlasan kita adalah wasilah agar Allah mau memberi perhatian pada kita..)

tentang jodoh.. ini memang sepenuhnya misteri Allah.. nikmati saja perjalanan dijemput jodoh dengan bersiap diri.. (kalau ikhwan kan “menjemput”, klau akhwat berarti “dijemput”..) ikhwan yang baik, dia akan hati-hati memperlakukan akhwat.. dia ibarat memilih bunga yang belum pernah dijamah.. dia hanya akan memilih bunga yang terawat baik.. selama Allah belum mempertemukan mereka dalam ikatan yang halal, mereka berdua tak akan berani mendahului.. karena itulah yang lebih baik bagi kesucian mereka masing-masing..

bagi akhwat, siapkanlah diri sebaik mungkin menjadi “istri” yang baik, yang mengerti hak-hak diri sendiri dan suaminya dalam urusan “negara rumah tangga”, yang siap menjadi “ibu”, menjadi tempat pendidikan pertama bagi anak-anaknya.. tiada lain hanya dengan ilmu, dan ilmu hanya bisa didapat dengan belajar.. (setuju, kan?)

bagi yang ikhwan, mereka harus siap menjadi teladan, tidak hanya bagi istri, tetapi juga bagi anak-anaknya kelak, bahkan lebih jauh lagi, bagi masyarakat sekitar.. ikhwan-lah, yang nantinya menjadi bapak, menjadi imam, pemimpin bagi keluarga, sehingga keluarga itu menjadi cahaya yang menerangi rumahnya sendiri dan lingkungan di sekitarnya.. mereka juga harus berjuang memberi nafkah dari yang halal, seberapapun keras dan beratnya menggali sumber nafkah itu…

siapkanlah diri ini sebelum waktu itu datang.. semangat, ya..!!


2 gagasan untuk “Tentang Hidayah dan Cinta

  1. ehm ehm…(pura-pura batuk)
    Jawaban yang bagus akhi..bijaksana sekali. Tak sia-sia antum bersahabat dengan ane? (emang ane ada pengaruhnya?). Sama-sama terus timba ilmu y karena mungkin banyak pertanyaan yang akan datang kepada kita nanti, yang lebih sulit dan butuh kemudahan dalam aplikasinya.

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s