Dakwah Sembunyi-sembunyi

Standar

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Ustadz, ada orang yang mengatakan bahwa dalam proses penegakan syariat islam (Din Islam), langkah-langkahnya harus mengikuti langah/jejak yang dilakukan Rosulullah. Rosulullah melakukan pertama kali dengan sembunyi-sembunyi(saya lupa ada di surat/ayat Al-Quran), hingga tegaknya Din Islam. Apakah sekarang juga demikian? Di mana kita tidak berterang-terangan secara terbuka. Atas Jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Nono Taryono

JAWABAN:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa
ba’du

Langkah-langkah Rasulullah SAW dalam menegakkan syariat Islam sangat mudah dipahami dan jelas. Asalkan kita punya pemahaman yang mendalam terhadap sirah nabawiyah dengan konsep yang menyeluruh dan komplit. Bukan dilihat hanya dari sisi tertentu semata.

Misalnya tentang dakwah sembunyi-sembunyi, sebenarnya hal itu tidak terkait dengan sebuah keharusan langkah dakwah. Sebab ada sebagian shahabat yang dakwahnya dahulu tidak melalui proses sembunyi-sembunyi. Misalnya Umar bin Al-Khattab dan juga Hamzah bin Abdul Muttalib. Demikian juga ketika dakwah Islam melebar ke Madinah dan wilayah sekitarnya, mereka tidak melalui masa dakwah secara rahasia. Dakwah Islam di Madinah langsung terbuka saja dan dengan mudah diterima oleh khalayak.

Dengan demikian dakwah secara sembunyi-sembunyi bukanlah sebuah aturan baku, melainkan sebuah kebijakan yang bersifat kondisional semata. Sebab kalau dikatakan sebagai manhaj yang baku, berarti semua proses dakwah Islam harus melalui fase dakwah sembunyi-sembunyi dan rahasia.

Sedangkan yang merupakan manhaj yang baku adalah hal-hal yang memang berlaku secara universal, dimana semua wilayah dan kondisi memang mengharuskan adanya langkah tersebut.

Di antara manhaj itu adalah:

1. Pembentukan Pribadi Muslim (Takwin Syakhshiyah Islamiyah)

Hal ini dilakukan oleh Rasulullah SAW baik di Mekkah atau di Madinah atau dimanapun ketika dakwah Islam baru mengalami ta’sis (peletakan dasar pertama). Setiap gerakan dakwah pasti membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dan jalan satu-satunya untuk mendapatkan SDM itu hanyalah dengan mengupayakannya lewat proses pembentukan yang serius.

Di Mekkah Rasulullah sengaja memilih para calon kadernya berdasarkan pertimbangan yang sangat matang. Sebab mereka akan dijadikan Qa’idah Shalbah atau tulang punggung dakwah untuk masa berikutnya. Mereka haruslah dikader untuk bisa menjadi orang-orang terbaik dalam kualitas keislamannya.

Wilayah yang perlu dibentuk harus mencakup konsep aqidah, konsep fikrah, kematangan ruhiyah, kebagusan suluk (perilaku) dan juga keprofesionalan kafaah (kemampuan).

2. Pembentukan Rumah Tangga Islami (Takwin Al-Usrah Al-Muslimah)

Pribadi Islami yang sudah terbentuk ini nantinya diarahkan untuk melahirkan lagi generasi yang terbaik, lewat proses penciptaan rumah tangga yang baik pula. Sebab kelahiran generasi yang islami harapan masa depan tanpa melalui proses mempersiapkan rumah tangga yang baik hanyalah sebuah ilusi. Keluarga-keluarga ini akan memperbanyak kuantitas orang-orang shalih sekaligus juga meningkatkan kualitas keshalihannya.

Pusat pembinaan umat itu letaknya pada keluarga. Bila keluarga itu baik, maka produk yang dihasilkan juga akan ikut baik. Sebaliknya, bila keluarga ibarat neraka, maka produk yang dilahirkan tidak akan jauh-jauh dari pangkalnya.

3. Pembentukan Masyarakat Islam (Takwin Al-Mujtama’ Al-Islamy)

Keluarga-keluarga yang shalih dan baik itu punya orientasi untuk mewarnai sekaligus menjadi unsur pembaharu di tengah masyarakat yang sudah rusak. Bila jumlah keluarga teladan seperti ini sudah mulai banyak dan mendominasi, dengan sendirinya kebaikan itu akan semakin nampak nyata dan kemungkaran itu akan semakin tersingkir.

Sebab hanya dari keluarga dan masyarakat muslim yang baik inilah akan didapat bibit-bibit unggul yang nantinya akan menjadi para pemimpin untuk masyarakat itu. Kalau saat ini kita punya pemimpin yang bobrok secara moral dan tidak pnya malu, ketahuilah bahwa hal itu semata-mata hanya cerminan dari masyarakat kita yang juga bobrok dan tidak punya malu. Kalau kita punya pemimpin yang korup dan anarkis, ternyata mereka hanya lahir dari masyarakat yang korup dan anarkis.

Adalah sebuah mimpi membayangkan kita punya pemimpin yang baik, manakala masyarakatnya masih sakit. Karena itu jalan yang paling realistis dan pasti untuk melahirkan pemimpin yang baik hanyalah bila masyarakat ini baik terlebih dahulu.

4. Membentuk Pemerintahan yang Shalih

Selama ini kehancuran negeri terjadi karena para pemimpin dan pemerintahnya kurang shalih. Krisis seperti ini sudah berlangsung lama dan selalu terjadi lagi berulang-ulang. Sudah waktunya buat bangsa ini untuk memilih pemimpin yang shaleh, beraqidah benar dan lurus, mengerti permasalahan umat dan yang paling pokok adalah tahu kewajiban dalam melaksanakan hukum dan aturan dari Allah.

Tidak mungkin pemimpin yang shalih itu menolak hukum Allah. Sebaliknya, pemimpin yang shalih itu pastilah orang yang paling dekat dan takut kepada-Nya. Semua yang Allah perintahkan untuk dijalankan sebagai undang-undang dan peraturan, tentu akan dikerjakannya dengan sebaik-baiknya. Sebab buat orang yang shalih, semua ini hanyalah amanat yang pasti akan dimintai pertanggung-jawabnnya di akhirat kelak.

5. Terbentuknya Khilafah Islamiyah

Bila negeri-negeri Islam dan masyarakatnya telah berhasil mengimplementasikan semua hal di atas, insya Allah cita-cita untuk mengembalikan khilafah yang hilang itu akan dengan mudah bisa dilaksanakan. Cukupnya 100 tahun saja umat Islam ini tidak punya khilafah. Ini adalah kondisi bid’ah kubro abad ini yang harus segera disingkirkan. Sebab belum pernah terjadi sejak masa Rasulullah SAW hingga 14 abad kemudian dimana umat Islam hidup tanpa kepemimpinan yang bersiaft international.

Kalau sekarang ini ada bid’ah yang paling besar, maka bid’ah itu adalah tidak adanya pemerintahan khilafah Islamiyah.

Wallahu a’lam bish-shawab, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa
barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.

http://www.opensubscriber.com/message/islah-net@yahoogroups.com/1429559.html

TInggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s