Beli Buku, jangan beli sampulnya thok..

Gemas juga ngeliat orang-orang yang seneng bikin penilaian akhir, padahal yang diliat baru penampilan awal / luarnya. Mereka terlalu terburu-buru mengambil keputusan.

Hal ini tampaknya bisa jadi suatu ilmu psikologi baru.. (halah…)

Kalau mau mengambil contoh, bisa jadi diri kita sendiri pun akan jadi bukti yang paling sempurna. Betapa sering kita menilai seseorang yang baru kita temui saat itu juga, hanya dari kesan pertama saja. Seolah tak mau peduli seperti apa kelanjutan kesan kita, tapi sepertinya kita sudah mematok nilai dari kesan pertama. Padahal, lagi-lagi, baru kesan pertama..!!

Inilah barangkali (batu, sandal, sampah, dll) pola berpikir yang perlu kita perbaiki. Cara pandang seperti ini adalah gaya hidup yang sangat keliru, berbahaya bagi diri sendiri, dan membahayakan bagi orang lain.

Maka, ada beberapa langkah yang bisa kita ambil tiap kali melakukan penilaian.
1. Kenali dengan baik.
2. Bertanyalah langsung kepada sumbernya. Ini wajib.
3. Tambah dengan keterangan dari lingkungan terdekat sumber.
4. Bertanyalah.
5. Bertanyalah.
6. Bertanyalah.
7. Silakan memberikan penilaian.

Karena obatnya ketidaktahuan adalah dengan bertanya………

(Sekarang, cobalah berikan penilaian terhadap kata “Islam”, “Jihad”, “Poligami”, dll. Semoga kita mau mengenali kata-kata itu dengan baik, langsung dari sumbernya yang asli, dan dengan banyak bertanya kepada yang ahli, sehingga tidak melahirkan penilaian-penilaian yang “sampul” banget…!!)

Ilmu adalah cahaya, bodoh adalah kegelapan… Dengan ilmu, kita jadi tahu…