Beli Buku, jangan beli sampulnya thok..

Gemas juga ngeliat orang-orang yang seneng bikin penilaian akhir, padahal yang diliat baru penampilan awal / luarnya. Mereka terlalu terburu-buru mengambil keputusan.

Hal ini tampaknya bisa jadi suatu ilmu psikologi baru.. (halah…)

Kalau mau mengambil contoh, bisa jadi diri kita sendiri pun akan jadi bukti yang paling sempurna. Betapa sering kita menilai seseorang yang baru kita temui saat itu juga, hanya dari kesan pertama saja. Seolah tak mau peduli seperti apa kelanjutan kesan kita, tapi sepertinya kita sudah mematok nilai dari kesan pertama. Padahal, lagi-lagi, baru kesan pertama..!!

Inilah barangkali (batu, sandal, sampah, dll) pola berpikir yang perlu kita perbaiki. Cara pandang seperti ini adalah gaya hidup yang sangat keliru, berbahaya bagi diri sendiri, dan membahayakan bagi orang lain.

Maka, ada beberapa langkah yang bisa kita ambil tiap kali melakukan penilaian.
1. Kenali dengan baik.
2. Bertanyalah langsung kepada sumbernya. Ini wajib.
3. Tambah dengan keterangan dari lingkungan terdekat sumber.
4. Bertanyalah.
5. Bertanyalah.
6. Bertanyalah.
7. Silakan memberikan penilaian.

Karena obatnya ketidaktahuan adalah dengan bertanya………

(Sekarang, cobalah berikan penilaian terhadap kata “Islam”, “Jihad”, “Poligami”, dll. Semoga kita mau mengenali kata-kata itu dengan baik, langsung dari sumbernya yang asli, dan dengan banyak bertanya kepada yang ahli, sehingga tidak melahirkan penilaian-penilaian yang “sampul” banget…!!)

Ilmu adalah cahaya, bodoh adalah kegelapan… Dengan ilmu, kita jadi tahu…

Facebook bikin ulah

Facebook mulai bikin ulah.  Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.

Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus
beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di
dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.

Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang
mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.

Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook,
administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook
sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.

Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang
sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring
sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan
sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad
Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.

Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para
administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, “wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk..”
ujar salah satu komentar.

“Al Qur’an memang tidak pernah salah….orang kafir tidak akan ridho
selamanya… …” ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, “Anti-jihad wajib dibasmi!”
“Finally, it realized. see! ‘they’ cut the tongue of those who speak the truth,” komentar lain menambahkan.

Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti
sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme,
namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa
takut atau terancam akan hadirnya grupCyber Jihad Community ini?

Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai
Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang
jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus
pintar memanfaatkan peluang dan sarana. Facebook yang punya musuh
Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam. Seperti para mujahidin
Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.(fq/ arrahmah)

sumber: eramuslim.com