Penting vs Ga Penting

Satu hal yang menjadi kelebihan manusia dibandingkan makhluk lain adalah, mereka diberikan kemampuan untuk memilih. Tidak seperti hewan, atau malaikat, tumbuhan, atau alam semesta ini, yang kesemuanya selalu tunduk pada ketentuan Allah yang kauniyah.

Sementara itu, manusia (beserta jin) begitu istimewa. Mereka diberikan banyak pilihan pada setiap bagian hidupnya.

Inilah yang membuat kita diganjar. Ada balasan kebaikan yang berlipat untuk yang bisa memilih secara tepat. Dan tidak hanya memilih, tetapi juga melaksanakan konsekuensi dari pilihan itu. Sebaliknya, ada balasan kejahatan yang setimpal bagi mereka yang memilih secara sembrono tanpa perhitungan matang sehingga terjerumus dalam lingkaran setan tanpa ujung.

Hiduplah berjamaah, jangan sendirian. Karena setidaknya, kita perlu pertimbangan dari orang-orang terdekat. Kita perlu pandangan bijak dari mereka yang lebih berakal.

Setan akan selalu menggoda kita dengan pilihan-pilihan yang membingungkan. Kalau hati kita cenderung menginginkan serba mudah, serba cepat, maka itulah hati yang jadi sasaran empuk godaan setan. Kalaulah yang serba mudah dan cepat itu pilihan yang tepat, tak mungkin Allah mengirimkan begitu banyak ujian bagi manusia-manusia pilihan-Nya, para Nabi dan Rasul.

Ada uang, ada barang…

Tak mau kerja, mana bisa dapat upah…

Surga dipenuhi rintangan, Neraka dihiasi kesenangan.

Remaja Islam

So excited.. Pertama kali ikut rapat takmir masjid kampung sebagai anggota penuh.. Bukan lagi sebagai perwakilan remaja..

Ternyata, baru saya tahu.. Persoalan dakwah di kampung kami jauh lebih rumit dari yang diduga…

Tapi perjuangan ini akan lebih keras lagi.. Peperangan akan lebih besar lagi.. Minggir, calon syuhada lewaaaatt..!!

Remaja…

Islam…

Dua karakter yang sama-sama unik…. Bagaimana jika bersatu dalam satu wujud di dunia ini… Hmm… Remaja biasa? Beda, dong, sama remaja muslim…!!!

Lomba Penulisan Surat kepada Presiden dan Wakil Presiden

PPWI Award & Lomba Menulis Surat Buat Presiden – Wakil Presiden RI (2009-2014)

Aspirasi kreatif dan jenius baik berupa ide, gagasan, saran, maupun wacana bahkan “curhat” dari warga biasa kepada para pemimpin bangsa ini, sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat akselarasi pembangunan nasional. Sebab, tanpa adanya masukan dan saran dari rakyat (publik) secara langsung kepada pemimpin nasional, para pemimpin bakal kehilangan salah satu kontrol sosial—bahkan sarana introspeksi diri yang ampuh.

Dilatarbelakangi maksud dan tujuan di atas, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menginisiatifi adanya “Lomba (Nasional) Menulis Surat Buat Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).”

Lomba berskala nasional diperuntukkan bagi masyarakat umum, wartawan, pewarta warga maupun pelajar/mahasiswa. Lomba ini memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, yang tersedia bagi 3 (tiga) orang dari masing-masing kategori. Khusus Juara I memperoleh hadiah spesial berupa PPWI Award, dan bagi semua pemenang I, II, dan III, diberikan thropi, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta hadiah-hadiah menarik dari sponsor. Selain itu, seluruh naskah yang masuk akan dibukukan dan diserahkan kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih (2009 – 2014).

Adapun syarat-syarat mengikuti acara ini yakni:

* Peserta tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti kegiatan lomba.

* Setiap peserta lomba harus memilih tema-tema lomba yang telah ditentukan panitia yakni: 1) Gagasan dan Harapanku pada Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014). 2) Merindukan Hadirnya Presiden&Wakil Presiden RI (2009-2014) yang Merakyat. 3) Surat Cinta Sejatiku Buat Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).

* Lomba ini terkategorisasikan jadi tiga kelompok: masyarakat umum (kategori A), wartawan dan atau pewarta warga (kategori B), pelajar/mahasiswa (kategori C).

* Setiap peserta lomba boleh mengirimkan naskah lomba maksimal 3 buah; dengan catatan karya yang dikirimkan adalah milik sendiri dan dengan mengambil tema yang berbeda antara satu karya dengan karya lainnya dan bukan hasil tulisan kerjasama dua orang atau secara kelompok.

*Naskah lomba maksimal 3 halaman kuarto (A4), spasi ganda dengan jenis huruf Time New Roman, ukuran 12, margin kanan-kiri-atas- bawah standard.

* Naskah dapat dikirim melalui (pilih salah satu):

1) Situs Pewarta Indonesia di www.pewarta- indonesia. com, dengan memasukkan tulisan suratnya ke dalam rubrik “Inspirasi” dan pilih subkolom “Curhat”, dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai penulis DI SINI;

2) Langsung melalui e-mail ke: redaksi@pewarta- indonesia. com This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it ; atau

3) Print-out (hard-copy), ketikan komputer, mesin ketik, atau tulisan tangan, dikirim melalui pos atau jasa pengiriman lainnya ke alamat Sekretariat Panitia Lomba seperti tercantum di bawah pengumuman ini.

* Aspek penilaian terdiri atas: 1) Orisinalitas ide atau gagasan; 2) Gaya bahasa dan estetika; 3) Tata letak dan penggunaan kaidah Bahasa Indonesia yang benar;

* Setiap karya yang dikirimkan (via email, situs, pos) agar dicantumkan data singkat penulis berisi nama lengkap (beserta gelar kalau ada), tempat/tgl lahir, pekerjaan, nomor telepon/HP dan email serta tempat dan tanggal pembuatan surat tersebut, di bagian akhir surat.

* Lomba dimulai pada tanggal 16 Juni 2009 dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2009 pukul 12.00 WIB (cap pos untuk kiriman via pos).

* Pengumuman pemenang akan dilakukan melalui situs: www.pewarta- indonesia. com pada tanggal 1 November 2009 dan pemberitahuan melalui email atau pertelepon kepada para pemenang.

* Keputusan dewan juri tak bisa diganggu-gugat (dewan juri terdiri atas jurnalis, akademikus, novelis). Sungguh rugi lho kalau tak mengikuti lomba ini, inilah kesempatan emas Anda untuk bisa “bercurhat” dan menyampaikan aspirasi serta gagasan kepada orang nomor satu dan dua (Presiden dan Wakil Presiden RI) di negeri ini. Ayo buruan ikut; ajak famili, rekan, handai tolan dan siapa saja untuk bisa mengikuti perlombaan yang sangat istimewa dan luar biasa ini !!!

(**) Sekretariat Panitia:

Alamat 1: Gedung Dewan Pers (Jakarta Media Center) Lantai 5

Jl. Kebon Sirih Raya Nomor 32 – 34 Menteng Jakarta Pusat – Indonesia, 10110;

Alamat 2: Redaksi Explore Indonesia

Jl. Danau Diatas No. 94 Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Indonesia, 10210

Telepon: 021-3341766, 5705101, 5708725 Fax: 021-5745224; PO. BOX 53 JKPJJ.

Handphone: 081371549165 (Shony), 081584021244 (Andy);

Website: http://www.pewarta- indonesia. com Jakarta, Juni 2009

Hormat kami,

Pengurus Nasional PPWI

Kuatnya Pikiran

Kemarin baru pulang dari Bantul, di perjalanan menuju Jogja tiba-tiba saja bayangan ibu muncul menghiasi awang-awang.. Seolah pikiran ini ingin mengajak berkirim sms kepada beliau. Saya pun jadi berniat, sesampai di rumah, ingin kirimi ibu sms.. (isinya, rahasia.. malu soale.. hehe..). Tak berapa lama, otak ini juga mengirimkan sinyal-sinyal kehausan akibat perjalanan yang lumayan lama. Dan yang kemudian terbayang seketika itu, entah kenapa, adalah rujak es krim. Duuuh, sepertinya bakalan susah ditemukan, pikir saya… Biasanya di dekat-dekat kampus yang banyak. Lha di Jalan Bantul? Pesimis…

Tahukah yang terjadi,? Beberapa menit kemudian, tak sampai 500 meter dari tempat munculnya hasrat kehausan tadi (istilah yang jelek sekali..), mata saya melihat warung tenda di pinggir jalan. Rujak Es Krim!! Alhamdulillah…!! Akhirnya, segera saya menepi, dan memesan satu porsi… Waaaah!!

Selanjutnya? Saya menengok hape, karena tadi sepertinya ada sms dan satu buah miscall. Seolah terjadi kontak batin, ternyata – - -  itu dari ibu!! Subhanallah! Yah, hanya sekedar memberitahu, sih, bahwa beliau punya nomor flexy baru, karena hape yang lama yang bernomor mentari suka ngedrop, jadi beliau butuh hape & nomor baru lagi.. Tapi, hati ini sudah merasa senang & bahagia, pake banget, lah…

Subhanallah, Allah memang Maha Mengetahui isi hati kita..!

Jadi, mari perbanyak berprasangka positif..

Jogja Malam ini

2412224524_887c6fcd95

Jam 1 kurang sedikit.

Rapat persiapan Ramadhan selesai jam 10.30. Setelah pengurus takmir pergi, tinggal remaja masjid, berkumpul secara non formal, melanjutkan pembahasan dengan memplotting panitia Ramadhan, siapa di posisi apa… Plotting kasar selesai jam 11.30, dilanjutkan dengan obrolan kultural, sekedar pengikat ukhuwah aja, sampai jam 12.30.

Setelah itu, mengingat janji, segera bergegas pamit. Kami berpisah. Dan saya putuskan segera pergi. Tadi sudah janji mau nyusul ke masjid kampus, ketemu teman lama yang sudah lulus. Di perjalanan, sepi. Sedikit kendaraan yang lalu lalang di Jalan Wonosari-Jogja.

Di perempatan Ketandan, satu truk menepi, menyalakan lampu darurat, memasang dedaunan di badan truk, menandakan sedang ada masalah. Di dekat truk, di pinggir jalan di atas rerumputan, satu pria dewasa sekitar menjelang 50, dan anak muda sekitar 12 tahunan, duduk berdekatan. Saya hanya menduga, mereka bapak dan anak, dan mereka adalah penumpang truk itu. Mungkin saja sedang menunggu teman yang baru pergi mencari bantuan.
Atau mereka yang memang sedang duduk menunggu bantuan itu datang. Saya bisa melihat dongkrak yang terpasang di bawah dekat roda kanan belakang truk.

Saya merenung. Mencoba-coba membayangkan apa yang sedang berkecamuk di pikiran keduanya. Mungkin saja mereka berdialog dalam hati mereka. “Inilah pekerjaan bapakmu, Nak. Sekarang kau mengerti, kan?” Atau, “Semoga kelak engkau mengerti, hidup itu penuh perjuangan.”

Sedangkan anaknya mungkin menjawab, “Ngantuk, pak..” atau kalau dia mengerti sedikit tentang balas budi, “Semoga bapak diberikan kesabaran dengan pekerjaan bapak ini. Ternyata bapak bekerja sampai malam, bahkan terkadang mengalami kejadian seperti sekarang ini.”

Malam terus berlalu. Rerumputan di perempatan itu, sebentar lagi, mungkinkah jadi peraduan mereka malam ini?