dari sumber
http://kenapaharusliat.multiply.com/journal/item/59/ITvist_Ada_Harapan_Islam_di_Jari-Jemarimu…
Bila dunia adalah rahim keajaiban
Tunjukkan aku seperti apa rupa anaknya
Bila manusia adalah penggagas perubahan
Beri tahu aku bagaimana ia mengukir peradaban
Dan bila kejayaan adalah belanga suci sebuah kecerdasan…
Ajari aku jadi aktor pemikiran itu…
Walau cuma dengan predikat abu

Sayyid Quthb pernah berkata bahwa satu-satunya cara untuk membangkitkan kejayaan Islam adalah dengan membangun sebuah masyarakat yang Islami. Sebuah masyarakat yang lahir dari pribadi-pribadi muslim yang cerdas, berahklak baik, dan memberi manfaat bagi orang lain. IT, yang hadir berdampingan dengan kemajuan peradaban sekaligus arus tantangan dan serangan dari para musuh Islam, menyediakan jembatan menuju cita-cita ini.
Blogging
Sejarah mencatat bahwa peradaban modern yang dinikmati oleh orang-orang di dunia sekarang ini sesungguhnya dipelopori oleh karya-karya ilmuwan muslim yang juga merupakan penulis. Sebut saja Ibnu Sina, buku kedokteran modernnya dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat. Ada lagi Al Khindi, ahli matematika, fisika, musik, pengarang 270 buku, dan juga merupakan seorang ilmuwan ensiklopedi. Atau Ibnu Al Haytsam, seorang pelopor di bidang optik dengan kamus optiknya dan tak banyak juga yang tahu bahwa ia merupakan penemu hukum pemantulan dan pembiasan cahaya pertama, jauh sebelum Snellius yang kita kenal selama ini. Hal inilah yang membuat Islam pernah berjaya di masanya. Oleh karena itu, bila kita bisa menjadi penulis yang bermanfaat seperti ilmuwan-ilmuwan ini, itu berarti kita sama saja menyumbang satu jejak untuk ketinggian Islam. Sayangnya, di dunia nyata, tidak semua orang bisa jadi penulis. Di sinilah IT mengambil peran itu.
Di dunia IT, di buminya yang bernama blog ini, semua orang adalah penulis. Ia tidak perlu mengkhawatirkan kapabilitasnya untuk bisa menghasilkan karya… dan ia pun tak perlu mendatangi penerbit untuk bisa mempublikasikan tulisannya. Hanya di dalam blog semua orang bebas berkarya, menyebarkannya, dan menikmati karya orang lain sepuas-puasnya secara gratis! Konten yang bermanfaat tentu menjadi syarat mutlak untuk bisa mencerahkan pikiran umat, maka istilah blog untuk dakwah kini mulai didengungkan sebagai salah satu strategi menggapai kemenangan Islam.
Ah, tapi kan hanya orang yang pintar nulis aja yang blognya bisa untuk dakwah. Kalo emang ga pintar nulis, untuk apa susah-susah bikin blog?
Hey! Jangan lupa bahwa kita ada di dunia IT. Jangan lupa bahwa kita tengah berpijak di atas tanah bernama blog! Hanya di sini perbuatan mengambil bulat-bulat karya orang dan mempublikasikannya besar-besaran menjadi legal… tentunya dengan mencantumkan nama sumber. Di dunia perbukuan, seseorang tidak akan pernah bisa melakukan hal itu karena tak akan pernah ada penerbit yang mau mempublikasikan lagi karya yang sama dari orang yang berbeda––sebaik apa pun tujuan orang itu. Maka, menjadi orang yang pintar menulis bukanlah suatu keharusan untuk bisa berdakwah karena penyebaran tulisan-tulisan bermanfaat lewat kegiatan copy-paste pun merupakan suatu hal yang baik dan berpahala.
Terus, kalau bisa copy-paste begitu, untuk apa kita menulis? Untuk apa capek-capek ngeblog?
Bukankah dengan menulis kita bisa membuka mata dan mengubah dunia? Bukankah dengan menulis hal-hal yang baik––sesedikit apa pun itu––kita juga bisa menyumbang perubahan yang baik pada diri seseorang? Pada masyarakat? Dan bukankah perintah menulis memang datang dari Allah? Dari hadis Rawi Ahmad Rasulullah berkata, “Makhluk yang pertama kali diciptakan adalah pena. Allah bersabda: ‘Tulislah.’ ‘Apa yang harus aku tulis?’ tanya pena. Allah bersabda: “Tulislah apa yang terjadi hingga hari kiamat.”
IT telah memberi kita fasilitas untuk menyumbang satu gerakan demi kejayaan Islam. Lewat blog, kita dipermudah untuk menyebarkan kebaikan lebih luas lagi tanpa mengkhawatirkan perbedaan usia, ruang, dan waktu. Masih ga mau ngeblog?
Filtering dan Hacking
Jika pengembalian mahkota Islam dilakukan hanya dengan menyebarkan kebaikan tanpa menumpas kejahatan, maka itu sama saja ibarat menempuh perjalanan dengan satu kaki. Begitu panjang, lelah, dan seakan tak berbatas. Kejahatan sekarang ini tidak hanya meramaikan panggung dunia nyata, tapi juga dunia maya. Parahnya lagi, kejahatan di sini lebih sulit diberantas karena jaringannya terlalu luas dan sang kriminal terlalu sulit untuk ditangkap. Maka dari itulah dibutuhkan suatu kekuatan besar untuk memberantasnya… dan hanya kekuatan IT-lah yang dapat melakukannya.
Ketika jutaan situs porno merusak akal manusia, apakah dengan kutukan, sumpah serapah, dan pembakaran terhadap seluruh PC masalah bisa selesai? Hukum di dunia nyata memang pengadilan tertinggi untuk menjitak pakai palu kriminal-kriminal ini, tapi bukankah upaya penyerangan (hacking) atau pembuangan (filtering) terhadap situs-situs ini wajib dilakukan? Dalam surat Al Anfal ayat 60 Allah berkata, “Siapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian).”
Lagipula, hanya dunia IT-lah tempat hidup Nawala Project yang bisa menghalau malware, situs-situs porno, dan segala derivasinya. Hanya di dalam IT jugalah ada sebuah Parental Control yang bisa siaga 24 jam mengusir tamu-tamu berbahaya ini. Negara China sudah serius memanfaatkan IT untuk mengatasi kejahatan-kejahatan semacam ini. Mulai Juli 2009 kemarin, pemerintahnya mewajibkan semua PC yang dijual dilengkapi dengan software bernama Green Dam-Youth Escort––sebuah software untuk memblokir akses ke konten-konten berbahaya––untuk melindungi generasi mudanya dari virus-virus jahat dari dunia maya. Hal ini tentunya merupakan sebuah PR besar bagi pemerintah, ITvist, ataupun hacktivist-hacktivist Indonesia yang negaranya menjadi juara dunia kategori pengklik situs porno terbanyak.
Kita memang tak lagi memiliki sosok Nabi Muhammad yang sempurna menyampaikan risalahNya. Kita memang tak lagi melihat figur-figur para sahabat yang berhasil menegakkan tinggi agamaNya. Tapi beragam permasalahan hidup di dunia ini pasti selalu dibarengi solusinya. IT telah menjelma jadi bagian dari solusi itu… dan jari-jemari seorang ITvist pun––lewat blogging, filtering, atau hacking––bisa menyumbangkan suatu amal bagi tercapainya ketinggian Islam.
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang mengerjakan amal saleh, bahwa sungguh dia akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi.”
(An Nur: 55)



Kebahagiaan tidak tergeletak sembarangan di dunia ini..